Messi Gagal Penalti, Chile Juara Copa America Centenario

Messi Gagal Penalti, Chile Juara Copa America Centenario

Chile sukses mempertahankan gelar juara Copa America mereka pada partai final Copa America Centenario 2016. Berhadapan dengan Argentina di MetLife Stadium, anak asuh Juan Antonio Pizzisukses menjadi juara Copa America Centenario melalui babak adu penalti.

Hingga waktu normal berakhir, kedudukan antara kedua tim sama kuat 0-0, sehingga wasit melanjutkan pertandingan ke babak penalti. Di kubu Argentina, Lionel Messi dan Lucas Biglia gagal melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor penalti, sedangkan di kubu Chile Arturo Vidal menjadi satu-satunya pemain yang gagal mencetak Penalti.

Jalannya Pertandingan yang digelar di MetLife Stadium berjalan dengan intensitas tinggi semenjak awal pertandingan. Kedua tim sama-sama tampil ngotot semenjak awal pertandingan, namun pada laga ini Argentina sedikit lebih mendominasi jalannya pertandingan.

Peluang emas pertama Argentina lahir pada menit 17. Wasit memberikanLa Albiceleste tendangan bebas setelah Marcelo Diaz melanggar Lionel Messi di luar kotak penalti. La Pulga yang mengambil tendangan bebas tersebut ke gawang Chile, namun Claudio Bravo dengan sigap mengamankan tendangan Messi tersebut.

Chile nyaris saja tertinggal pada menit 21 saat Gary Medel yang hendak melakukan backpass berhasil direbut oleh Gonzalo Higuain. Striker Napoli tersebut berhasil berhadapan satu lawan satu melawan Claudio Bravo, namun sayang tendangannya masih menyamping dari gawang Chile.

Pada menit 28 Chile harus bermain dengan 10 pemain, setelah Marcelo Diaz kembali melanggar Lionel Messi sehingga mendapat kartu kuning keduanya. Unggul jumlah pemain membuat Argentina semakin percaya diri menatap laga ini, di mana Angel Di Maria sempat melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti namun masih mengarah tepat ke pelukan Claudio Bravo.

Mendominasi jalannya pertandingan, pada menit 43 Argentina harus kehilangan Marcos Rojo yang melakukan tekel keras dari belakang kepada Arturo Vidal. Wasit Heber Roberto Lopes tanpa ampun langsung mengangkat kartu merah sehingga kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain. Hingga tambahan waktu babak pertama berakhir, skor tetap imbang 0-0.

Meski bermain dengan 10 pemain, baik kedua tim tidak menurunkan tempo serangan mereka. Namun pada awal babak kedua ini, Chile lebih menguasai penguasaan bola ketimbang Argentina.

Pada menit 63, Chile mendapat peluang emas untuk membuka keunggulan. Melalui skema serangan balik, beberapa pemain menyerang Chile berhasil masuk ke kotak penalti, namun sayang Alexis Sanchezyang menerima umpan lambung Arturo Vidal sudah terjebak offside terlebih dahulu.

Pada menit 79, Chile kembali mendapat peluang emas. Mendapat umpan lambung dari tengah lapangan, Eduardo Vargas berlari ke kotak penalti Argentina dan melepaskan tendangan keras mendatar ke gawang Romero. Namun kiper Manchester United tersebut dengan sigap menggagalkan peluang tersebut.

Argentina sendiri juga memiliki peluang emas pada menit 84. Melalui kerja sama Lionel Messi dan Sergio Aguero, Striker Manchester City tersebut melepaskan tendangan ke gawang Chile, namun sayang tendangannya masih melambung tinggi di atas mistar gawang La Roja.

Jelang bubaran, kedua tim sama-sama mendapat satu peluang emas. Chile mendapat peluang emas setelah umpan tarik beausejour berhasil ditendang oleh Alexis Sanchez. Namun Ramiro Funes Mori melakukan intervensi dengan tepat sehingga peluang tersebut tidak berbuah gol. Usai peluang tersebut, Argentina melakukan serangan balik dengan cepat, di mana Lionel Messi melepaskan tendangan keras dari laur kotak penalti namun masih melebar dari gawang Bravo. Skor 0-0 tetap bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Di babak tambahan waktu, Chile kembali mendapat peluang emas pada menit 98. Alexis Sanchez yang berhasil lolos dari jebakan offside melepas umpan lambung yang disundul oleh Eduardo Vargas. Namun sayang sundulannya terlalu lemah sehingga masih bisa ditangkap oleh Romero.

Argentina sendiri juga mendapat peluang emas dua menit berselang. Berawal dari tendangan bebas Lionel Messi, Sergio Aguero berhasil menyundul bola tepat ke gawang Chile. Namun Claudio Bravo berhasil menepis bola dengan ujung jarinya sehingga bola mengenai mistar gawang dan bola keluar dari lapangan.

Di babak tambahan kedua, Argentina mendapat peluang pada menit 113 saat mereka mendapat tendangan bebas. Lionel Messi yang mengeksekusi tendangan tersebut gagal membawa La Albiceleste unggul setelah tendangannya mengenai pagar betis Chile. Hingga waktu normal berakhir, kedudukan tetap imbang 0-0 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak Adu Penalti.

Pada babak adu Penalti, Chile mendapat kesempatan pertama untuk menendang. Arturo Vidal sebagai eksekutor pertama gagal mengeksekusi penalti setelah Sergio Romero sukses membaca arah tendangannya. Lionel Messi yang menjadi eksekutor pertama Argentina juga gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melebar dari gawang Bravo.

Para Eksekutor berikutnya dari Argentina maupun Chile sukses melakukan tugasnya. Eksekutor ke empat Argentina, Lucas Biglia gagal melakukan tugasnya setelah tendangannya ditepis oleh Claudio Bravo. Francesco Silva selaku eksekutor terakhir Chile sukses melaksanakan tugasnya, sehingga Chile kembali mempertahankan gelar juara mereka atas Argentina.

Susunan Pemain Kedua Tim
Argentina (4-3-3):
Romero, Mercado, Funes Mori, Otamendi, Rojo; Biglia, Mascherano, Banega (Lamela 111′); Di Maria (Kranevitter 57′), Higuain (Aguero 69′), Messi

Chile (4-3-3): Bravo; Isla, Medel, Jara, Beausejour; Vidal, Aranguiz, Diaz; Fuenzalida (Puch 80′), Vargas (Castilla 108′), Sanchez (Silva 104′)

Statistik Pertandingan:
Argentina – Chile

Total Shots : 18-4
Shots On Target: 13-2
Possesion: 46-54
Offsides: 0 – 5
Fouls: 14 – 22.(bola/dub)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*