MANCHESTER UNITED KALAH, JOSE MOURINHO TAK MASALAH

MANCHESTER UNITED KALAH, JOSE MOURINHO TAK MASALAH

Manchester United mesti mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 0-2. Dalam laga yang dihelat di Stadion Emirates ini, The Gunners unggul lewat gol Granit Xhaka pada menit ke-54, serta gol sundulan alumnus Akademi Manchester United, Danny Welbeck, pada menit ke-57. Kekalahan ini membuat peluang United mengakhiri musim di empat besar kian berat.

Skuat asuhan Jose Mourinho kini memiliki sisa tiga laga yang kalau disapu bersih menghasilkan sembilan poin atau total 74 poin. Liverpool dengan dua laga tersisa bisa menghasilkan 76 poin, sementara Manchester City bisa mendapatkan 78 poin dan menyalip Liverpool di peringkat ketiga. Di sisi lain, Arsenal pun rentan mengambil alih peringkat kelima klasemen karena Arsenal masih punya empat pertandingan yang dijalani, yang kalau disapu bersih semua menghasilkan 75 poin.

Meski tak ada yang tidak mungkin, melihat hitung-hitungan ini akan berat bagi United finis di empat besar. Apa lagi Jose Mourinho sudah mengisyaratkan kalau anak asuhnya hanya akan fokus untuk menjuarai Europa League, yang belum pernah dimenangi United sepanjang sejarah.

Jalannya Pertandingan

Manchester United ternyata tidak benar-benar menurunkan skuat lapis kedua. Kuartet Axel Tuanzebe, Ph il Jones, Chris Smalling, dan Matteo Darmian, berjaga di lini pertahanan. Di tengah, duet Ander Herrera dan Michael Carrick menjadi andalan, sementara di lini serang, Anthony Martial diplot sebagai penyerang utama yang diapit Henrikh Mkhitaryan dan Juan Mata di kedua sisi.

Arsene Wenger sendiri lebih memilih menguatkan serangan dari area tengah. Ia memasang tiga bek, Nacho Monreal, Laurent Koscielny, serta Rob Holding. Wenger menurunkan Kierran Gibbs, Granit Xhaka, Aaron Ramsey, serta Alex Oxlade-Chamberlain, di lini tengah. Di lini serang, trisula Danny Welbeck, Alexis Sanchez, dan Mesut Ozil, menjadi andalan.

Mou nyatanya tidak berbohong kalau ia tak terlalu menganggap penting pertandingan melawan Arsenal. Buktinya, United lebih memilih bermain dengan pertahanan rendah dan menunggu momentum lewat serangan balik.

Secara visual, terlihat kalau Arsenal mengurung penuh pertahanan United, apalagi di babak pertama. Namun, kalau melihat statistik pertandingan, nyatanya tidak demikian. United  sanggup menguasai 48,8 persen penguasaan bola dengan empat attemps, berbanding lima attemps milik Arsenal.

Di babak kedua, keunggulan statistik justru berbalik. United menguasai 54 persen penguasaan bola, sementara Arsenal 46 persen, utamanya setelah United kebobolan dua gol. Masuknya Marcus Rashford dan Jesse Lingard membuat The Red Devils mampu melesakkan enam attemps berbanding dua attemps milik Arsenal sejak menit ke-60.

Gol Arsenal sendiri terciptak lewat lesakkan Granit Xhaka dari depan kotak penalti. Arsenal beruntung karena bola membentur Ander Herrera yang mengubah arah serta kecepatan bola, yang langsung menukik ke gawang David De Gea.

Tiga menit kemudian, umpan silang Chamberlain mampu dikonversi Welbeck menjadi gol, lewat sundulan. Bola sebenarnya mengarah tepat ke atas kepala De Gea. Namun, bola yang menyambar dengan cepat membuat De Gea tak bisa berbuat banyak.

Komentar Usai Pertandingan

Setelah pertandingan, Jose Mourinho justru terlihat tenang dan mengembangkan senyuman.

“Empat besar? Tak mungkin,” kata Mourinho. “Untuk dua alasan. Aku tak berpikir kalau tim lain [yang mengejar empat besar] yang main sekali pertandingan seminggu akan kalah. Dan, karena kami akan mengeluarkan semuanya pada Kamis [melawan Celta Vigo], kami tak akan main penuh melawan Tottenham.”

“Mengeluarkan segala yang kami bisa melawan Tottenham itu akan sulit. Tanpa segalanya, itu jauh lebih sulit. Lalu kami bermain melawan Southampton dan Palace. Aku pikir kami tak punya kesempatan di empat besar. Kami harus mengejar Liga Champions dengan mencoba menjuarai Europa League.”

Kemenangan ini punya catatan pribadi buat Arsene Wenger yang tak pernah menang atas Jose Mourinho di 12 pertandingan Premier League. Namun, ia tak menganggap hal ini sebagai sesuatu yang spesial. Ia merasa bahwa kemenangan ini adalah untuk fans. Di sisi lain, Mourinho justru memberikan pernyataan yang menohok dan mengejutkan.

“Penggemar Arsenal senang dan akupun senang buat mereka. Ini pertama kali aku pergi dan mereka senang. Aku meninggalkan Highbury, mereka menangis. Aku meninggalkan Emirates dan mereka juga menangis, melangkah di jalanan dengan kepala tertunduk. Hari ini, mereka pergi dengan mengibarkan syal mereka. Ini adalah klub besar. Kau pikir aku menikmati klub sebesar Arsenal tak memenangi trofi? Tidak, aku tak menikmatinya,” kata Mou.

“Arsene Wenger bukan manajer kecil, ia adalah manajer besar. Memiliki rekor kemenangan di banyak pertandingan melawannya, itu tidak normal. Normal itu tentang kemenangan, kekalahan, dan seri. Aku tak begitu peduli pada hari ini.”

Jose Mourinho sendiri menganggap kekalahan ini sebagai hal yang biasa. Ia tak kecewa dengan permainan anak asuhnya, tapi kecewa karena hasil akhir.

“Aku senang dengan penampilan individu para pemain. Kami kalah karena kami tak mencetak gol dan kami punya peluang hebat untuk mencetak gol sebelum mereka. Mereka beruntung dengan gol tersebut. Kami hanya tak mencetak gol sebelum mereka, itu saja.”

Atau mungkin Jose Mourinho senang karena kemenangan atas Manchester United akan membuat Arsene Wenger mendapatkan perpanjangan kontrak…

Leave a comment

Your email address will not be published.


*