Kuning, Biru, dan Kesan Retro di Jersey Tandang Anyar Juventus

Kuning, Biru, dan Kesan Retro di Jersey Tandang Anyar JuventusKostum tandang sebuah kesebelasan adalah saatnya seorang desainer jersey bermain dengan gaya-gaya baru ataupun warna-warna yang tidak biasanya dikenakan kesebelasan tersebut. Tidak terkecuali untuk desain seragam tandang Juventus musim 2017/2018.

Seragam utama kesebelasan, tentu saja, warnanya tidak bisa diotak-atik. Melihat Juventus tiba-tiba saja mengenakan warna merah, alih-alih hitam-putih, tentu saja aneh. Atau, jika tiba-tiba saja Manchester United muncul dengan warna biru sebagai seragam kandang, mau dikemanakan julukan “Setan Merah” itu?

Pada akhirnya, seragam utama sebuah kesebelasan tidak sekadar kostum yang dipakai saat bertanding semata. Di seragam utama tersebut biasanya tertanam identitas dan pesan-pesan lain yang menunjukkan asal-usul si kesebelasan.

Misalnya, pada 2012/2013, United pernah mengenakan seragam utama berwarna merah dengan aksen garis kotak-kotak transparan di seluruh bagian. Motif garis-garis tersebut dinamakan gingham, dan desainer jersey United menambahkan aksen tersebut sebagai penghormatan terhadap kota Manchester yang terkenal sebagai produsen katun pada masa revolusi industri di abad ke-19.

Maka, ketika warna seragam utama tidak bisa diubah-ubah, para desainer jersey lebih banyak bermain di bentuk dan aksen. Biasanya, dari musim ke musim, ada saja yang berbeda. Entah itu bentuk kerah ataupun lengan, hingga garis-garis dan aksen lain di seragam.

Lain halnya dengan seragam tandang. Memberikan warna lain jadi semacam pelampiasan kreativitas tersendiri. Tentu, pemilihan warnanya tidak asal-asalan. Ada motif atau alasan tertentu yang melatarinya.

Termasuk juga soal pemilihan warna di balik seragam tandang Juventus. Untuk musim 2017/2018, Bianconeri bakal mengenakan seragam tandang berwarna mayoritas kuning dengan garis-garis biru di lengan, kerah, dan bahu.

“Rangkaian jersey ini dibuat sebagai penghormatan kepada kota Turin, dengan warna biru dan kuning yang memiliki keterkaitan erat dengan kota,” demikian penjelasan Adidas, selaku sponsor apparel Juventus, lewat e-mail yang dikirim kepada kumparan.

Selain itu, ada kesan retro kalau melihat seragam tandang Juventus kali ini. Dengan kerah melingkar dan aksen garis tebal berwarna biru, desain seragam kali ini mengingatkan kita pada tahun 1980-an.

Wajar, pasalnya desainer seragam Juventus ingin mengidentikkan dengan masa kejayaan klub di tahun 1980-an. Pada dekade tersebut, The Old Lady sukses meraih empat trofi Serie A, satu trofi Coppa Italia, satu trofi Piala Champions, satu trofi Piala Winners, dan satu trofi Piala Super Eropa.

“Warna-warna ini juga merupakan warna yang dikenakan oleh beberapa sosok legendaris dalam sejarah Juventus,” lanjut pernyataan Adidas.

Bagaimana? Anda, pendukung Juventus, tertarik untuk memiliki seragam yang satu ini?

Leave a comment

Your email address will not be published.


*