Kisah Juventus yang Bangkit dari Kematian

Kisah Juventus yang Bangkit dari Kematian

Keberhasilan Juventus meraih scudetto musim ini mematahkan prediksi banyak pihak di paruh musim. I Bianconeri mampu bangkit dari kematian dan kembali merajai sepak bola Italia.

Jejak rekam Juve musim ini memang terbilang unik, berstatus sebagai juara bertahan start Juve tidaklah bagus. Dua pekan awal, Si Nyonya Tua menelan kekalahan. Mereka baru bisa meraih kemenangan di pekan keempat dari Genoa.

Namun, setelah itu performa Juve belum stabil. Dari enam laga selanjutnya mereka hanya bisa mengumpulkan delapan poin hasil dari dua kali kemenangan, dua imbang serta dua kali kalah. Posisi mereka pun jauh dari lima besar di pertengahan Oktober tahun lalu.

Situasi demikian membuat banyak pihak memprediksi Juve akan sulit mempertahankan gelar juara, ditambah lagi performa Inter dan Napoli yang sedang oke saat itu.

Memasuki akhir Oktober, situasinya mulai berbalik. Inter mulai tersandung dan Napoli kehilangan konsistensi. Kemenangan 2-1 dari Torino di laga Derby della Mole (31/10) menjadi titik balik Juventus.

Setelah itu, Paulo Dybala dan kawan-kawan tak sekalipun tersentuh kekalahan hingga memasuki pekan ke-35 kemarin. Hebatnya lagi, dari 25 pertandingan I Bianconeri hanya sekali imbang.

Kemenangan 1-2 dari Fiorentina serta keberhasilan AS Roma mengalahkan Napoli 1-0, Senin (25/4/2016) kemarin, memastikan gelar scudetto ke-34 Juventus. Dengan selisih 12 poin dengan tiga laga tersisa mustahil bisa dikejar I Partenopei.

“Mereka menganggap kami sudah mati di bulan Oktober, tetapi merek lupa bahwa kami membawa Scudetto di dada kami,” ujar Leonardo Bonucci kepada Mediaset.

“Tidak ada yang mengira Juventus memenangkan Scudetto di bulan April, ini akan tertulis dalam sejarah karena ini menjadi yang kelima (secara beruntun),” pungkas bek 28 tahun.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*