Gianluigi Buffon Siap Antar Juventus Juara Liga Champion Tahun Ini!

Gianluigi Buffon Siap Antar Juventus Juara Liga Champion Tahun Ini!

Gianluigi Buffon tak dipungkiri lagi layak jadi juara Liga Champion tahun ini. Sang kiper internasional Italia sudah lama menunggu untuk mewujudkan mimpi menguasai Eropa di level klub. Selangkah lagi menuju final di Cardiff bersama Juventus, Buffon menyebutkan juara Liga Champions akan membayarkan luka dalam dua final sebelumnya di tahun 2003 dan 2015.

Dengan karier luar biasa memukau, termasuk juara Piala Dunia 2006, ada trofi yang belum dimiliki Gianluigi Buffon, yaitu Liga Champions. Sang mantan kiper Parma ini menyaksikan Juventus dijungkalkan AC Milan pada 2003 via adu penalti di partai puncak. Kemudian, dua tahun lalu Buffon tak kuasa membantu Juve yang dilahap Barcelona 3-1.

Memori buruk itu masih membayang di ingatan Buffon. Katanya kepada UEFA.com, “Tentu ada keinginan untuk menebus (kegagalan di) final (Liga Champions 2015) di Berlin, tapi saya juga harus menebus luka di Manchester pada tahun 2003. Setelah bertahun-tahun (tak kunjung juara), motivasi saya jauh lebih dalam.”

“Pada tahun 2015, kami kehilangan trofi saat Barcelona bagai berjalan di atas di tali (dalam kedudukan imbang 1-1). Kami membiarkan sebuah gol dalam serangan balik: Lionel Messi menembak ke gawang, saya menghalaunya dan (Luis) Suarez mencetak gol.”

Juventus saat ini tinggal selangkah lagi lolos ke final Liga Champion 2017. Mereka hanya perlu bermain imbang atau bahkan kalah tipis dari AS Monaco di leg kedua semifinal yang digelar pada Rabu (10/5). Namun, Buffon tetap meminta timnya waspada. Pengalaman di masa lalu mengajarkan kepada sang kiper 39 tahun bahwa keberhasilan dan kegagalan sebuah tim jadi juara ibarat cuma dibedakan oleh selembar tipis benang.

“Kalah adu penalti (melawan AC Milan) di tahun 2003 sangat menyakitkan, tapi karena kala itu masih berusia 25 tahun, saya cukup tenang; yakin akan meraih gelar lebih banyak lagi. Itulah kepongahan masa remaja. Saya begitu dekat untuk meraih trofi kala itu.”

“Juventus gagal mengeksekusi tiga penalti di final tersebut; padahal saya menghalau dua penalti Milan. Hal yang aneh memang bisa terjadi. Semestinya, kami tidak kalah; tapi kami nyatanya tidak cukup baik. Dalam olahraga dan kehidupan, mereka yang lebih berhak mendapatkan kemenangan, pasti memperoleh ganjaran (atas hak itu).”

“Setelah leg kedua (perempat final) kontra Barcelona musim ini saya sangat senang. Tapi tidak terllau merayakannya; karena tahu, setelah titik tertentu, Anda bisa meraih trofi, atau sebaliknya kecewa. Karena sekian kali kecewa, saya ingin meraih kemenangan. Gelar (Liga Champions) ini akan sangat berarti bagi saya, ini bakal jadi kegembiraan terbesar dalam karier saya, seperti halnya Piala Dunia 2006.”

Leave a comment

Your email address will not be published.


*