Deja Vu Tottenham di Bulan Mei Kelabu

West-Ham-United-v-Tottenham-Hotspur-Premier-LeagueDi saat bersaing ketat dengan Chelsea di jalur perebutan gelar juara Liga Premier Inggris, Tottenham Hotspur justru tersungkur. Itu seperti mengulangi nasib buruk (deja vu) di musim lalu yakni tersendat di akhir-akhir musim.

Tottenham tersungkur saat bertandang ke markas West Ham United di London Stadium, Sabtu (6/5/2017) dini hari WIB. The Lilywhite menyerah dengan skor tipis 1-0 lewat satu-satunya gol Manuel Lanzini di menit ke-65. Hasil itu membuat pacuan juara menjadi amat berat bagi Tottenham.

Alih-alih memangkas jarak menjadi satu poin dari Chelsea di puncak klasemen, Tottenham justru terancam tertinggal tujuh angka jika Chelsea sukses membungkam Middlesbrough Selasa (9/5/2017). Jika skenario itu terjadi, Chelsea bisa mengangkat trofi di pekan ke-36 bila mampu mengalahkan West Bromwich Albion di The Hawthorns.

Kondisi Tottenham ini seperti deja vu di musim lalu. Saat itu Harry Kane dkk. bertarung ketat dengan Leicester City untuk trofi juara. Sama seperti musim ini, mereka mulai terpeleset di pekan 35 ketika ditahan 1-1 West Bromwich. Hasil tersebut membuat Tottenham terpaut tujuh angka dari Leicester di puncak klasemen.

Tottenham akhirnya harus merelakan titel untuk Leicester di pekan selanjutnya setelah bermain imbang 2-2 kontra Chelsea. Nasib sial di bulan Mei kian menjadi ketika Spurs diremukkan Newcastle United 1-5 di pertandingan pamungkas. Mereka pun menyudahi musim 2015/2016 di posisi tiga akibat disalip Arsenal.

Gelandang Tottenham, Eric Dier, menyebut peluang timnya mengejar Chelsea hampir mustahil menyusul kekalahan kemarin. Setelah ini Spurs masih ditunggu lawan berat seperti Manchester United dan Leicester City.

“Sebelumnya sudah berat, sekarang lebih berat lagi. Kami berhasil memperpendek jarak dengan Chelsea menjadi empat poin dan sekarang menjadi hampir mustahil,” ujar Dier dilansir Sky Sports.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino, merasa ada kualitas yang hilang saat timnya dipermalukan West Ham. “Ketika Anda ingin menjadi juara, pertandingan seperti ini harus Anda menangi. Sekarang kami harus lebih realistis,” kata dia.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*