Dampak Brexit, Jose Mourinho dan Pep Guardiola Rugi Besar

Dampak Brexit, Jose Mourinho dan Pep Guardiola Rugi Besar

Devaluasi dari mata uang Britania Raya, Poundsterling, kemungkinan besar sekitar 7 persen dari Euro akan terjadi pasca referendum Brexit, yang memutuskan Britania Raya keluar dari keanggotaan Uni Eropa.

Nah dengan kans besar devaluasi Poundsterling atas Euro, sebuah situs ekonomi ternama di Spanyol, Jornal de negocios (Business Today). Mengklaim jika dua manajer baru di Liga Inggris, Jose Mourinho dan Josep ‘Pep’ Guardiola akan merasakan dampaknya pula.

Dalam perhitungan situs ekonomi tersebut, Mourinho yang baru pada Mei lalu meneken kontrak baru sebagai manajer klub Manchester United (MU) untuk tiga musim ke depan. Diklaim bakal kehilangan setidaknya 700 ribu Euro (setara Rp 10,4 miliar dengan kurs sekarang) atas devaluasi Poundsterling terhadap Euro.

Itu karena media Inggris bilang, gaji yang akan diterima oleh Mourinho ialah 10 juta Poundsterling per tahun atau hampir mencapai 12 juta Euro per tahun. Tapi gara-gara Brexit, nilai mata uang Poundsterling untuk pertama kalinya sejak 1985, terjun bebas dan berada di titik terendah.

Hal inilah yang akan mereduksi jumlah gaji dan pendapatan Mourinho di MU. Namun jumlah itu masih kalah besar dengan manajer anyar Manchester City, Pep Guardiola.

Karena menurut Bild, mantan manajer dan pelatih Bayern Munchen itu ditenggarai bakal menerima gaji di kisaran 25 juta Euro per tahun. Dengan begitu, setidaknya dengan devaluasi nilai mata uang Poundsterling atas Euro, maka Pep akan kehilangan 1,5 juta Euro per tahun (setara Rp 22,3 miliar), kalau nilai kurs sekarang bertahan terus di level ini.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*